2.Warna Dasar Hitam adalah warna netral yang berarti tidak memilih-milih dalam mempelajari segala bidang ilmu
3.Unsur-unsur a.Mahkota - Bagian atas dengan 7 bulatan kecil melambangkan SMAN 7 - Warna kuning melambangkan kemuliaan Mahkota dengan tujuh bulatan kecil berwarna kuning mengandung makna : Keluarga Besar SMAN 7 Malang selalu menjunjung tinggi hal-hal mulia
b.Bulatan berisi - Kata "SATYA BHAKTI TANSAH TRESNA" berarti : Selalu setia berbakti penuh kasih sayang - Obor berarti : Semangat yang menyala-nyala - Ujung Pena berarti : selalu berusaha berkreasi Bulatan berisi Satya Bhakti Tansah Tresna, Obor dan ujung pena mengandung makna : semangat yang bernyala-nyala yang selalu dilandasi setia berbakti penuh kasih sayang
c.Buku Melambangkan : Selalu giat belajar dan menambah ilmu pengetahuan
Kami belajar kami berjuang Di sini tempat kami menuntut ilmu Bergandeng tangan penuh keakraban Berpayung sinar dari Ilahi Restu ayah bunda menyertai kami Bapak Ibu gurupun mendampingi
Merenda Masa depan, dalam citra kami terpuji Unggul dalam setiap prestasi juga bertaqwa dan mampu mandiri Kami pun kuasai semua teknologi
Persembahan kami untuk Sang kuasa Tegak Kokoh kami menapak Bumi Dengan lengan terentang terus melebar Siap Mengemban tugas masa yang mendatang
Nantikan kami wahai sang pertiwi
Wujud Cita kami dengan sepenuh hati *SATYA BHAKTI TANSAH TRESNA 4X
Syair lagu Mars Sabhatansa karya Guru seni SMAN 07 Malang
Awalnya keberadaan SMA Negeri penyebarannya masih belum merata yaitu terpusat di kecamatan Klojen dan Kedungkandang saja. Wilayah kecamatan Blimbing yang berada di bagian utara Kota Malang masih belum memiliki SMA Negeri. Hal tersebut mendorong tekad Pemerintah daerah TK. II Kota Malang untuk mengajukan permintaan satu SMA Negeri lagi, dengan persiapan berupa lahan dan sarana pendidikan lain di desa Kendalsari Kelurahan Tulusrejo Kecamatan Lowokwaru.
Oleh karena itu pada awal berdirinya SMA Negeri 7 Malang bernama “Sekolah Penunjang” artinya fasilitas awal disiapkan oleh Pemerintah Daerah sedangkan Dinas Pendidikan Nasional menyiapkan personilnya.Sejak tanggal 18 juli 1983 kegiatan KBM menempati gedung sendiri yakni di “Bhumi Sabhatansa” jalan Kendalsari 20 (Sekarang jalan Cenger Ayam I/14) Malang. Seiring dengan perjalanan waktu dan peningkatan pelayanan pendidikan, maka SMA Negeri 7 Malang berupaya memberikan layanan pada peserta didik secara maksimal.
Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dimulai tanggal 28 Juli 1982 bertempat sementara di SMA Negeri 4 Malang. Kepala sekolah dirangkap oleh Kepala SMA Negeri 4 Malang yaitu Bapak Drs. Soekotjo. Sedangkan secara hukum berdirinya SMA Negeri 7 Malang yaitu tanggal 9 Oktober 1982 sesuai dengan SK Operasional Nomor : 0298/0/1982 dan Nomor Statistik Sekolah : 301056104043.
SMA Negeri 7 Malang terletak di jalan Cengger Ayam I/14 Kelurahan Tulusrejo Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Malang No. 11 Tahun 2000 tentang Pembentukan, Kedudukan, Tugas Pokok, Fungsi dan Struktur Organisasi Perangkat Daerah Kecamatan dan Kelurahan di Kota Malang.
Letak Geografis
Batas wilayah: - Utara : Kecamatan Karangploso - Timur : Kecamatan Blimbing - Barat : Kecamatan Dau (Kabupaten Malang) - Selatan : Kecamatan Klojen
Kondisi Geografis : Dataran tinggi dari permukaan laut (460 m) Suhu Maks. / Min. : 28 / 20 derajat celcius Curah Hujan rata-rata: 2.71 mm