LAYAKNYA pisau yang terus di asah, lama-lama akan menjadi tajam. Nah, begitu juga ilmu dan bakat yang kamu miliki. Apabila terus-menerus diasah atau dilatih, akan tajam, istilahnya akan menjadi mahir dan bisa terlihat manfaatnya. Ya, kayak pisau kan. Kalau pisau itu nggak pernah diasah terus tumpul, mana bisa digunakan untuk memotong-motong. Begitu juga bakat dan kreatifmu, kalau nggak sering dilatih, akan gitu-gitu aja, nggak keliatan.
Nah, perumpamaan itu cocok banget deh sama para responDet yang pernah belajar jurnalistik. Sebab, ternyata menurut 62 persen responDet, belajar jurnalistik itu bisa mengasah kreativitas dan bakat, terutama dalam hal tulis- menulis.
Kayak yang diungkapin Citra Wulansari di SMAN 20. Menurut Citra, mengikuti pembelajaran tulis-menulis emang sangat bermanfaat. ''Yup, aku ngerasain banget manfaatnya ketika aku ngikutin pembelajaran jurnalistik yang diadain sama guru bahasaku di sekolah. Soalnya, aku ngerasa bakat menulisku bertambah setelah ikut pelatihan," ungkap siswi yang hobi menulis cerpen itu.
Nggak beda jauh dengan Angga Bagus di SMA Giki 3, yang pernah coba ikut beberapa lomba jurnalis. ''Iya, bagiku tuh, belajar jurnalistik tuh nggak ada ruginya. Justru untung banget! Selain nambah pengetahuan tentang nulis, kreativitas kita makin nambah. Aku ngerasain banget perbedaannya, ketika aku sebelum dan sesudah belajar," cuapnya.