SMAN 07 Malang SaBhAtAnsa Community ! - Namanya Budi
SABHATANSA BERITA arrow CERPEN ! arrow Namanya Budi

SABHATANSA MENU
SABHATANSA ALUMNI
IKATAN ALUMNI SMAN 07
SEPUTAR ALUMNI
LOGIN
Silahkan Daftar di sini & kalian bisa update & beri informasi terbaru tentang SMAN 07 melalui Tulis sesuatu di dinding? dsb..
member image
admin


member image
admin


member image
admin


member image
dekha


member image
prima


member image
LisIndra


  • SMAN 07 MALANG
  • SMAN 07 MALANG
  • SMAN 07 MALANG
  • SMAN 07 MALANG
  • SMAN 07 MALANG
  • SMAN 07 MALANG
  • SMAN 07 MALANG
  • SMAN 07 MALANG
  • SMAN 07 MALANG
  • SMAN 07 MALANG
  • SMAN 07 MALANG
  • SMAN 07 MALANG
  • SMAN 07 MALANG
  • SMAN 07 MALANG
  • SMAN 07 MALANG
  • SMAN 07 MALANG
BERITA KEMARIN ?
Monday, 06. September 2010
Friday, 03. September 2010
Monday, 30. August 2010
Wednesday, 18. August 2010
Tuesday, 17. August 2010
Monday, 16. August 2010
Friday, 13. August 2010
Tuesday, 10. August 2010
Thursday, 05. August 2010
Saturday, 31. July 2010
Saturday, 24. July 2010
Thursday, 22. July 2010
Saturday, 17. July 2010
Monday, 19. July 2010
Tuesday, 13. July 2010
Friday, 09. July 2010

 

Image 


Advertisement

 
 

 
 
Namanya Budi | Print |
on 13-01-2010 14:46

Favoured : None

Published in : , CERPEN !

Image
 
NAMA standar orang Indonesia. Saking standarnya, nama itu kerap digunakan untuk materi ejaan anak TK atau SD. Mungkin saat kita duduk di bangku awal sekolah dulu, telinga kita akrab betul dengan kalimat ''ini Budi, Budi bermain bola''. Satu bukti lagi bahwa nama anak ini memang benar-benar standar. Memang segala hal pada Budi standar-standar saja. Wajah standar, otak standar, fisik standar, sama sekali tak ada yang istimewa. Satu-satunya hal yang jauh dari standar pada diri Budi adalah kehidupannya. Sampai sebesar ini, dia menjalani kehidupan yang keras, tanpa pernah tahu siapa ayah dan ibunya.
Budi ditemukan di tong sampah oleh seorang wanita berusia 50 tahun yang sekarang dia anggap neneknya sendiri. Tinggal bersama sang nenek di rumah kardus. Satu di antara berderet-deret rumah kardus di tepi rel kereta api. Tak pernah sekolah sekalipun. Hanya, dia sedikit beruntung karena pernah belajar membaca, menulis, dan berhitung di yayasan dekat rumahnya.

Sehari-hari dia berjualan koran, permen, rokok, atau apa saja yang bisa dijual untuk membantu sang nenek. Budi tergolong anak yang rajin. Apa pun dia lakukan untuk bertahan hidup dan menopang hidup sang nenek. Namun, pekerjaannya berubah sejak hari itu.

Hari itu sangat cerah. ''Hei, itu punyaku!'' teriak Budi pada Jamin, anak tukang soto di sebelah rumahnya. Budi kesal. Bagaimanapun, siang tadi dia telah berusaha mati-matian mengejar layang-layang itu. Layang-layang yang putus itu terus terbang jauh. Budi terus mengejarnya, berpanas-panas. Bahkan, saat layang-layang itu bertengger di tiang listrik, dia mengambilnya.

Beruntung, dia tak apa-apa. Dalam perjalanan dia terus tersenyum-senyum, membayangkan apa yang akan dia lakukan terhadap layang-layang itu. Yah, aku akan memainkannya hari ini juga. Tetapi, sekarang dia kesal, bagaimana mungkin si Jamin yang bahkan tak tahu bagaimana rasanya berpanas-papas mengejar layang-layang itu bisa memainkannya begitu saja tanpa izin Budi.

''Kembalikan!'' Budi terus berteriak. Sementara itu, Jamin yang seperti tak mendengar apa-apa itu terus menerbangkan layang-layang Budi tinggi-tinggi. Budi mengejar Jamin. Mereka berkejar-kejaran dengan benang layangan di tangan Jamin, semakin lama semakin kencang. Akhirnya Jamin menyerah. Namun tetap saja, dia tak mau menyerahkan layang-layang itu begitu saja.

''Segala sesuatu pasti ada tantangannya. Begini Bud, kalau kamu mau menerima tantanganku, aku kembalikan layang-layang jelekmu ini.''

''Apa tantangannya?''

''Lihat itu!'' Jamin menunjuk dua anak di tengah jalan. Tiba-tiba mereka meloncat ke atas truk yang tengah melaju. Mereka seakan sangat ahli melakukannya. Bahkan, truk yang jalannya waktu itu tidak bisa dibilang pelan dinaiki. Beberapa saat kemudian, mereka turun beramai-ramai sambil mambawa potongan besi dan atas truk, diiringi makian bertubi-tubi sopir truk.

Jamin menyeringai. ''Bagaimana, berani menerima tantanganku?'' katanya pada Budi dengan pandangan meremehkan. Budi tak punya pilihan.

''Oke,'' Budi berlari ke jalan raya, diikuti Jamin. Jamin duduk di tepi jalan, mengawasi Budi yang tengah mencari truk yang kira-kira bisa dinaiki di seberang. Di depan ada truk, tak besar tetapi muatannya cukup menggiurkan. Truk itu memuat berkotak-kotak mainan dari plastik. Mula-mula Budi ragu-ragu, tapi saat truk itu melintas, dia tak punya pilihan.

''Sekarang atau tidak sama sekali,'' gumamnya pada dirinya sendiri. Dia meloncat, tepat sasaran. Sekarang dia sudah berada di atas truk.

Dia berdiri perlahan. ''Wuuhuu...'' Dia berteriak sambil merentangkan tangan di atas truk yang tengah melaju. Rasanya hal itu benar-benar hebat, tak pernah dia melakukan itu sebelumnya.

Diambilnya satu kotak mainan dan setelah mengumpulkan keberanian, dia meloncat turun. Bahkan sang sopir truk tak tahu bahwa ada anak yang meloncat dari atas truknya sambil membawa sedikit angkutannya. Saat dia datang sambil membawa sekotak mainan, Jamin cemberut. Budi tersenyum penuh kemenangan, lalu mengambil layang-layangnya dari tangan Jamin.

Begitulah awal mula Budi menjadi bajing loncat bocah cilik, satu di antara sekian anak di jalanan yang kerap meloncat ke atas truk, mencuri barang angkutan truk itu, lalu pergi. Jika biasanya sekelompok bajing loncat bocah cilik didalangi oleh satu atau lebih preman, Budi menjadi bajing loncat atas kemauannya sendiri, diawali tantangan Jamin.

Lambat laun, Budi keasyikan. Jika biasanya dia pulang ke rumah dengan membawa uang paling banyak Rp 20 ribu, kini dia bisa membawa pulang dua kali, bahkan tiga kali lipatnya, hasil dari menjual barang curian. ''Dagangannya laris,'' hanya itu yang dikatakannya saat sang nenek bertanya.

Suatu kali pernah Budi meloncat ke atas truk untuk mengambil sedikit angkutan truk itu. Namun saat turun, dia tak seberuntung biasanya. Truk melaju lebih kencang daripada perkiraannya. Dia terguling. Separo kaki dan tangan kirinya lecet tergesek jalan raya. Untung dia masih bisa berjalan.

Saat Budi pulang ke rumah, sang nenek yang melihat kondisi cucunya terkejut dan sedih. ''Nak, apa yang terjadi, kok badanmu lecet-lecet begini?'' sang nenek terus bertanya sambil mengompres kaki dan tangan Budi, tak percaya dengan ''terpeleset di jalan, ada genangan air'' yang dikatakan Budi.

Namun, Budi tak pernah kapok, tak akan pernah. Begitu katanya kepada dirinya sendiri setiap mengalami kejadian buruk saat mencuri muatan truk. "Ahh... ini cuma tantangan kecil. Tapi, kan hasilnya besar, sepadan dengan pengorbananku sampai lecet-lecet begini," pikirnya.

Paling parah, kejadian pada malam itu. Budi mengendap-endap di pinggir jalan. Menanti kalau-kalau ada truk lewat. Yap, di depannya tampak truk merah yang besar. Truk itu melaju kencang. Mula-mula dia ragu. Tapi, dia membulatkan tekad. Untung dia berhasil meloncat ke atas truk. Dia mengambil beberapa tas sekolah dari atas truk, lalu bersiap turun.

Sialnya, dia turun bersamaan dengan saat truk mengerem mendadak dan laju mula-mulanya yang sangat cepat. Budi terpental. Kepalanya terbentur aspal, darah mengucur sangat deras dan semuanya gelap.

''Apa yang kau lakukan akhir-akhir ini, Bud? Kamu pulang bawa uang banyak tapi sering ada yang tak beres. Katakan pada nenek,'' desak sang nenek. Budi tak bisa berkelit kali ini. Dia hanya diam. Menambah sunyi rumah sakit tempat dia terbaring sekarang. Dia tak kuasa menatap sang nenek yang sejak tadi terus memandangnya berurai air mata.

Namun, penyesalan Budi tak bertahan lama. Meski sudah diperingatkan sang nenek, kesenangan saat berhasil mencuri muatan truk belum bisa hilang dari benaknya. Pagi itu, Budi lagi-lagi menunggu truk lewat. Matanya terus memandang ujung jalan. ''Yes!'' serunya saat sebuah truk kecil melaju pelan menuju ke arahnya.

Tanpa dia tahu, sang nenek yang tengah membeli sayur di warung dekat jalan raya itu melihatnya. Dia mengira Budi akan menyeberang saat ada truk melaju. Nalurinya berusaha melindungi orang yang amat dicintainya.

''Awas Budi, jangan...'' Budi yang saking bersemangatnya terus menyongsong truk itu, sudah tentu untuk meloncat ke gerobak truk.

Tapi, sang nenek berpikir lain. Setelah berkali-kali berteriak dan tak ditanggapi, sang nenek berlari ke tengah jalan, sekencang yang dia bisa, nenek yang hanya memiliki Budi sebagai kerabat satu-satunya itu mendorong tubuh Budi ke rerumputan.

Budi jatuh terjengkang ke pinggir jalan. Sesaat dia tak mengerti kejadian yang baru saja dialaminya. Saat dia bisa menguasai diri, dilihatnya tubuh neneknya tak jauh dari tempatnya terpental. Tubuh sang nenek kini merah, darah mengucur di mana-mana. Sang nenek sudah tak bernyawa.

Namanya Budi. Kini dia tak tahu harus berbuat apa. Orang-orang berkerumun di sekitarnya, sementara dirinya hanya bisa menangis sejadi-jadinya di dekat tubuh sang nenek. Entah apa yang dia lakukan setelah itu. ***

Mufidah, pelajar Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya

Last update : 13-01-2010 14:46

Print Send to friend

Users' Comments  RSS feed comment
 

Average user rating

   (0 vote)

 

No comment posted

Add your comment



mXcomment 1.0.9 © 2007-2010 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Prev   Next >
 

UPDATE TERAKHIR
 September 6, 2010, 7:05 pm 
IDUL FITRI 1431 H
Time now
7. September 2010, 01:13
Count to
10. September 2010, 00:00
Time left
2 days
22 hours
46 minutes
DETEKSI JAWAPOS
CURHAT NICH ?
CERPEN !
KARYA GURU & SISWA
REFERENSI BUKU
BLOGGING SISWA !
PRAMUKA SMAN 7
KIR SMAN 7
LILIS INDRAWATI (HUMAS)
PRIMA BAGUS PRASETYO
SHINTA PUTRI DINA PERTIWI
DEKA ADRIANTO
AMANDA JESICHA MPK
POLLING SMAN 7
MENURUT ANDA KINERJA OSIS SMA 7 ?
  
HEADLINE NEWS
UN 100 PERSEN WAJIB JUJUR !!!           KEZIA HADI                                                                            KETUA OSIS SMAN 7 MALANG              AMANDA JESICHA KETUA MPK SMAN 7 MALANGMALANG – Suasana Balaikota Malang, Senin (15/3) lalu tampak berbeda. Sekitar 50 an anggota M-Teens OSIS Community (MOC) bersama Wali Kota Malang Drs. Peni Suparto, MAP meneriakkan Ujian Nasional 100 persen Jujur sembari mengepalkan tangan kanan dengan gelang merah melingkar, simbol keberanian. Tak berhenti di situ, mereka menorehkan tanda tangan plus kalimat motivasi di kain sepanjang 100 meter, diawali oleh Peni yang menuliskan “Ujian Nasional harus jujur demi masa depan bangsa dan negara” dengan spidol merah. Aksi tersebut sebagai tanda resmi deklarasi UN 100 persen Jujur yang digagas MOC, komunitas pengurus OSIS dan pelajar SMA se Kota Malang.   Details...


GALERI FOTO SMAN 7 MALANG Bagi teman-teman yang ingin melihat foto-foto terbaru dari kegiatan OSIS dan teman-teman SMAN 7 Malang dapat langsung menuju ke WEB RESMI SMAN 7 MALANG DI http://www.sman7malang.sch.id   SABHATANSA INTERAKTIF -> GALERI FOTO SMAN 07   Details...


UPDATE FOTO GURU SMA 7 REKREASI KE BALI.... Di masa liburan ini Bagi teman-teman SMAN 7 Malang yang kangen dan ingin lihat kegiatan foto guru SMA 7 yang lagi rekreasi di pulau dewata BALI bisa dilihat di menu GALERI FOTO SMAN 7    Details...


Istighosah di Masjid Al Kautsar SMA Negeri 7 Malang Segenap guru dan Karyawan SMAN 7 Malang mengucapkan selamat melaksanakan Istighosah bagi Kelas XII di Masjid Al Kautsar SMA Negeri 7 Malang: Ya Khayyu ya Qoyyum bi rohmatika astaghis.... Wahai (Tuhan) Yang Maha Hidup dan Berdiri Sendiri, tolonglah kami dengan rahmat-Mu....  Details...


TRY OUT LBB PRIMAGAMA  Segenap guru dan staff SMAN 07 Malang mengucapkan Selamat menjalani Try Out dari LBB Primagama untuk para siswa kelas XII, semoga kalian dapat menguji kemampuan menghadapi Ujian Nasional 2010. Semoga sukses buat kalian...  Details...


Jadwal UN Segera Disosialisasikan MALANG - Kepastian jadwal Ujian Nasional (UN) 2010 akan segera disosialisasikan di Kota Malang, setelah tanggal pelaksanaan UN dibeberkan Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Timur (Jatim) kepada para kepala Disdik di Kota/Kabupaten se- Jatim. Di SMAN 4 rencananya minggu ini akan disosialisasikan tanggal pelaksanaan UN dan jadwal ujian kepada siswa dan orang tua. Sesuai dengan hasil sosialisasi Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), dalam penyelenggaraan UN tahun pelajaran 2009/2010 ujian ulangan bisa diikuti oleh peserta UN yang tidak lulus UN utama termasuk susulannya. Ujian ulangan ini bisa diikuti pada seluruh mata pelajaran yang di UN kan atau sebagian mata pelajaran dengan nilai dibawah 5,50 yang dipilih. Dan nilai yang digunakan untuk penentu kelulusan adalah nilai tertinggi.   Details...


Download NFSP!


SELAMAT HARI NATAL DAN TAHUN BARU 2010 SEGENAP GURU DAN KARYAWAN SMAN 07 MALANG mngucapkan SELAMAT HARI NATAL DAN TAHUN BARU 2010 Semoga tahun depan menjadi tahun yang lebih baik daripada tahun yang sudah berlalu.  SMAN 07 MALANG   Details...


Senin, 6th September 2010
Cari di WEB SMA 7 ?
CARI ?
Google

September 2010
S M T W T F S
2930311 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 1 2
PESAN DAN KESAN !
Name:

Message:

We have 25 guests online
Members: 14
News: 294
WebLinks: 29
Visitors: 732134
38.107.191.98
Today10
Yesterday112
Week122
Month757
All79927

(C) Fliesenstadt

SMAN 07 MALANG Copyright Mei 2009 by IKA-SABHATANSA.NET - Support & Development by DEKA ADRIANTO UTOMO , All Pictures are Contributed by TOTOK DAVITO All rights reserved.