BELANJA memang kegiatan yang paling mengasyikkan. Meski keasyikan, jangan sampai lupa daratan ya. Apalagi, sampai lupa bawa alat pembayaran, yaitu uang. Nah, mending bawa uang cash atau kartu debit, ya? Menjawab pertanyaan di atas, 97,9 persen responDet sepakat menjawab uang cash. Selain biar nggak boros (38,0 persen), bayar pakai uang cash selalu bisa diterima (27,7 persen) dan terhindar dari penipuan (23,6 persen). Meski belanja pakai uang cash punya banyak keuntungan, kadang beberapa masalah muncul juga. Mulai uang yang dibawa nggak cukup, duit rawan hilang, hingga kembaliannya nggak pas. Jadi, harus gimana dong?
Lebih jelasnya, coba deh kita tanya langsung ke sumbernya. Erwin Pamungkas lebih memilih bayar pakai uang cash daripada debit. Menurut cowok asal SMAN 21 itu, bayar pakai uang cash itu lebih menguntungkan. Kalau belanja pakai kartu debit, bisa-bisa semua yang kita lihat langsung kita beli. Jadi, kita nanti jadi boros banget. Pada akhirnya, penyesalan yang akan datang. Sebenernya, kejadian kayak gitu bisa dicegah kalo kita bawa uang cash. Dengan bawa uang seadanya, pengeluaran bisa di-manage dengan baik.
"Yup, bayar pakai uang cash memang paling pas buatku. Soalnya, kalo belanja, aku boros. Kalo ke mal, dari satu gerai ke gerai lainnya, aku bisa ngabisin beberapa tas belanja. Nah, kalo nggak disiasati kayak gitu, bisa-bisa kartu debitku jebol," ujar cowok yang memang doyan belanja itu.
Pernah, suatu ketika pas belanja pakai kartu debit, Erwin kebobolan beneran. Dalam sekali belanja dia menghabiskan uang hampir Rp 500 ribu hanya untuk membeli baju dan celana. "Itu pengalaman burukku pakai kartu debit. Sekarang, biar nggak kayak gitu lagi, aku pilih belanja secara cash," lanjutnya.
Biar nggak boros, Astria Nurmala juga memilih uang cash sebagai alat pembayaran. Cewek yang bersekolah di SMPN 3 itu selalu berusaha berbelanja secara cash. Dia memilih cash karena nggak pengin kejadian yang menimpa temannya dialami sendiri. Teman Astria pernah kelepasan belanja sampai gila-gilaan. Kantongnya pun jebol.