Pakai tanya silsilah, golongan darah, ningrat atau umum.
-Ningrat by Jamrud-
Masih ingat petikan lagu Jamrud di atas? Yap, salah satu lagu fenomenal di tahun 2002 yang berjudul Ningrat itu memang bermakna banget. Meski terkesan lucu, tapi artinya dalem banget lho.Jadi inget pepatah zaman dulu nih. Kata orang Jawa, kalau menjalin hubungan dengan seseorang, kita harus tahu bibit, bobot, dan bebetnya. Kayak penggalan lagu Jamrud di atas. Asalnya dari mana, keluarganya seperti apa, trus silsilahnya gimana. Buktinya nih, 58,7 persen responDet pernah ditanyain si pacar tentang keluarga dan 63,74 persen pun menceritakannya. Sebanyak 40, 3 persen menceritakan tentang silsilah keluarganya, sedangkan yang lain menceritakan masa lalu (30,2 persen) dan kebiasaan buruk dari keluarganya (10 persen).
Menurut Felinda Naftalia Nugraha dari SMA Sasana Bhakti, pacar menanyakan tentang keluarga bukan sesuatu yang salah. Sebab, si pacar tentu pengin tahu keluarga kita seperti apa. Cerita keluarga ke pacar juga sah-sah aja selama masih ada batasannya. "Biasanya tanya tentang ortuku kayak gimana, saudaraku ada berapa, dan sejenis itu lah," ujar bungsu dua bersaudara itu.
Ada cerita menarik ketika cowok Felinda menanyakan tentang orang tuanya. Felinda pun menceritakan bahwa ayahnya sudah tiada. Lantas cowoknya pun bercerita bahwa ibundanya juga telah tiada. "Kebetulan banget, aku sampai nangis begitu tahu kalau orang tua kami sama-sama single parents," tuturnya.
Tapi, menurut Felinda, lebih baik jangan menceritakan sesuatu yang terlalu privat ke pacar. "Kita kan nggak tahu, hubungan pacaran itu akan berlangsung hingga ke jenjang pernikahan atau nggak. Makanya, seperlunya aja. Kayak silsilah keluarga," sarannya.
Sedangkan menurut Danny Lazuardi, menanyakan tentang keluarga itu wajar. Makanya, ketika dia diinterogasi pacarnya, murid SMPN 35 Surabaya itu dengan senang hati menceritakannya. "Nggak perlu malu. Apa pun keadaan keluarganya, kalau udah cinta mah nggak masalah," tambahnya. Yup, mencintai seseorang itu harus satu paket. Kalau bisa menerima dia, kita juga harus menerima keluarganya, dan lingkungannya. Sip kan?