SEPERTINYA, anak muda sekarang punya "dunia" baru untuk hang out. Dunia maya sudah kayak alam baru buat anak muda tepe-tepe (baca: tebar pesona), cuci mata, atau sekadar ngobrol. Bahkan, kegiatan seperti belanja pun dilakukan via online. Jadi, nggak ada lagi ceritanya capai keliling atau ribet bawa belanjaan.
Salah satu yang lagi tren adalah butik online. Toko di dunia maya itu membuat para responDet nggak harus ke luar rumah untuk belanja. Apalagi harus kebingungan bawa barang belanjaan.Jumlah butik online di internet pun makin banyak. Barang-barang yang dijual juga makin bervariasi. Menurut responDet, yang paling laris tentu saja aksesori, baju, sepatu, atau sandal. Bagi beberapa responDet, orang-orang yang berbelanja di butik online dinilai sebagai orang yang praktis (31,6 persen), punya selera fashion tinggi (24,9 persen), dan banyak duit (21,9 persen).
Coba kita dengar pendapat beberapa responDet tentang butik online. Salah satunya adalah Gita Ariani di SMA 17 Agustus 1945. Menurut dia, jumlah butik online semakin bertambah. Apalagi booming-nya situs social networking. Hal itu membantu eksistensi butik di dunia maya tersebut. Gita memberikan respons positif terhadap butik online. Dia menganggap bahwa barang-barang di butik online nggak kalah bagus dengan butik offline. Gita biasanya buka-buka situs yang menjual aksesori lucu-lucu. Kalau ada yang cocok, ya beli. Nggak perlu repot. "Nggak ribet kok. Malah lebih mudah karena nggak perlu ke luar rumah dan ribet dengan barang belanjaan," ujarnya yakin.
Butik online juga sangat membantu orang-orang yang punya kegiatan seabrek. Sekolah, les, kursus, dan beberapa aktivitas tambahan bisa membuat nggak pernah ke luar rumah setelah pulang. Misalnya, yang dirasakan Tania Lutfi dari SMAN 14.Tania juga sering cuci mata ke butik-butik online. Hal itu biasanya dilakukan setelah semua aktivitasnya seharian selesai. Belanja di dunia maya sepertinya membuat Tania bisa tetap update barang terbaru tanpa harus capai.
"Biasanya sih belanja baju. Lagian kadang barangnya tuh limited edition. Jadi, nggak ada kembarannya kan," ujar Tania panjang lebar. Ada yang mau ikutan belanja online?