HAYO ngaku! Siapa yang pernah menerima ungkapan semacam itu? Hmm, kalau lewat SMS atau telepon, pasti sudah biasa. Nah, ada satu media yang nggak terlewat sebagai sarana pacaran. Yup, social network.Ada pengakuan mengejutkan dari responDet. Mereka ternyata pernah memanfaatkan social network untuk bermesra-mesraan (21,2 persen). Paling banyak sih kemesraan itu dilakukan dengan saling memanggil panggilan sayang (41,2 persen).
Kayak yang dilakukan Andaningtyas di SMPN 19. Dia dan sang pacar sama-sama punya akun social network. Nah, cewek yang baru aja jadian beberapa minggu itu mengaku sering saling memberikan komentar di profil masing-masing."Suka nulis di wall dia gitu. Manggil-manggil sayang. Hehehe. Dia juga melakukan hal yang sama," ungkap penggemar lagu-lagu pop itu. Kebiasaan tersebut mereka lakukan sebagai variasi hubungan.
"Kalau SMS sama telepon-teleponan, sering sih. Sesekali nulis di wall dia gitu, biar beda," imbuhnya. Meski sering melakukannya, Tyas juga sadar efek buruk hal itu. "Sempet sih disindir temen-temen. Katanya, aku pamer gitu. Padahal, sebenernya nggak bermaksud," ujarnya.Firdaus Halim di SMAN 3 juga pernah ngumbar kemesraannya dengan sang pacar via social network. Nggak sekadar memanggil dengan ucapan sayang, Firdaus juga melontarkan candaan.
"Aku suka godain pacarku gitu. Dia kan gampang ngambek. Jadi, aku nulis-nulis aja di tempatnya apa gitu buat becandaan. Kadang-kadang juga nulis di status profilku sendiri," cerita cowok yang suka main bola itu. Menurut Firdaus, candaan yang dia lontarkan itu rawan menimbulkan kontroversi. "Kalau orang-orang yang nggak suka bisa aja ngatain kita berdua lebai. Sok nulis di tempat umum biar dibaca orang lain. Padahal, nggak selalu kayak gitu juga," ujarnya.
Dewanti Asri di SMA Trimurti juga sepakat bahwa mengekspresikan kemesraan di social network rawan menimbulkan komentar dari orang lain. "Kemungkinan besar sih dapet cap lebai. Soalnya, ada orang yang berpendapat, kemesraan tuh nggak perlu dipamerin. Buat aku sih, sah-sah aja. Nggak pamer, cuma memanfaatkan media," tutur Dewi itu.