Kepsek SMAN 7

Hj Asri Widiapsari S.Pd M.Pd
Kepsek SMA Negeri 7 Malang


Ads on:


Contact Us






Contact Information

SMA Negeri 7 Malang
JL. Cengger Ayam 1 / 14
Malang 65141
Indonesia
Telp. : +62341-495256
Fax. :  
+62341-408988

sekolah[at]sman7malang.sch.id

Follow us on Twitter

Join us on Facebook

 
Melihat Ubaya TrainingCenter di PegununganTrawas, Mojokerto -Menyatu dengan Alam,Belajar Serasa SedangBerlibur
Monday, 04 July 2011 21:52
 
Teman-teman yang mengenal peradaban Yunani pasti sudah mengenal yang namanya Amphitheatre terbuka yang biasanya terletak di tengah lapangan, Bagi teman-teman yang ingin merasakan nuansa itu saya punya referensi tempat yang pernah saya kunjungi ditambah keindahan alamnya yang menunjang tempat tersebut. UTC (Ubaya Training Center) adalah merupakan suatu jawaban terhadap rasa ingin tahu itu.

Ya, Ubaya kini memiliki kampus III yang terletak di Desa Tamiajeng, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Bangunan yang menempati lahan seluas 40 hektare tersebut didominasi bahan kayu dan batu alam.
 
Kayu yang dipakai adalah jenis aliwowos yang didatangkan langsung dari Sulawesi Utara. Kayu jenis itu terkenal tahan rayap. Karena berada di kawasan pegunungan, udaranya begitu sejuk. Pemandangan tampak asri dan hijau. Siapa saja tidak merasa seperti berada di kampus, tapi sedang berlibur. Apalagi, berbagai sarana outbound tersedia di kampus tersebut. Dan ketika saya sempat bertanya kepada salah satu pegawai di tempat tersebut saya mendapat banyak informasi mengenai UTC dan beliau mengatakan bahwa UBAYA sudah merancang kampus dan Training center ini sejak 1980-an.
 
Dia menjelaskan, pembelian tanah untuk kampus itu dilakukan secara bertahap. Bangunan juga digarap secara bertahap. "Bangunan pertama adalah pendapa," ungkapnya. Pendapa tersebut berada paling depan di antara bangunan lain.
 
Pemilihan bahan bangunan dan lingkungan sangat diperhatikan. "Kami tidak mau menebang pohon terlalu banyak, Ketika memasuki kampus tersebut, seseorang akan menemui banyak jalan berkelok. Itu adalah konsekuensi dari menghindari penebangan pohon. Jalan harus mengikuti tumbuhnya pohon. Kampus III Ubaya atau UTC (Ubaya Training Center) berkonsep integrated outdoor campus (IOC) atau kampus lingkungan terpadu.IOC berbeda konsep dengan dua kampus sebelumnya. Ada kampus indoor dan outdoor di kampus III.

Jadi, ini adalah sebuah bentuk korelasi jawaban UBAYA yang ingin ikut berperan dalam pemanasan global dan ingin lebih melestarikan lingkungan hidup untuk menjadi lebih baik.Di tempat ini ke depannya Mahasiswa tidak hanya duduk di kelas dan mendengarkan dosen.
 
Mereka juga diajak untuk berpraktik dan berkegiatan, Kami akan memadukan dua kegiatan dalam kampus tersebut," ungkapnya. Dua kegiatan itu adalah kegiatan pendidikan tinggi yang berupa Tridarma Perguruan Tinggi, teori dan praktik, serta kegiatan usaha yang diselenggarakan yayasan yang bekerja sama dengan warga sekitar.

Kampus IOC tersebut kini telah menjadi Ubaya Training Center (UTC). Ada berbagai fasilitas pelatihan di kampus itu. Di antaranya, barak atau cottage, ruang diskusi, camping ground, multifunction hall, kantin, dan amphitheatre. "Semuanya bisa digunakan untuk mendukung sebuah pelatihan. Semua sarana tersebut dibuka untuk umum, Dia menjelaskan, khusus mahasiswa, tidak ada tambahan biaya perkuliahan saat menggunakan fasilitas itu. Sebab, fasilitas tersebut termasuk fasilitas mahasiswa."Setiap mahasiswa pasti akan melakukan kegiatan di sini," katanya. Sekarang Ubaya sedang membagi jadwal dan kegiatan untuk melakukan berbagai pelatihan dan kegiatan outdoor khusus untuk mahasiswa.
 
Ubaya mencoba menggugah masyarakat untuk sadar akan lingkungan Sebab, berbagai kegiatan di IOC memang diarahkan untuk kelestarian lingkungan. "Kami berusaha mencukupi kebutuhan operasional kampus dengan mengolah bahan alam yang sudah ada," imbuhnya. Misalnya, pemanfaatan kotoran manusia untuk pupuk, pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), dan pusat pembuatan kompos (puspos).


Itu mungkin bukan hal yang baru. Namun, dengan adanya PLTS tersebut, kampus bisa menghemat pengeluaran operasional untuk listrik. Dia menyatakan selama ini sudah memiliki 800 meter persegi sel surya.
 
Tiap satu meter persegi bisa menghasilkan 1.000 watt. Selain untuk penerangan, PLTS digunakan untuk solar water heater (pemanas air tenaga surya).
 
Untuk pupuk dari kotoran manusia, Ubaya mengacu pada sanitasi yang berbasis ekologi. "Kami sudah memisahkan feses dan air seni. Kotoran manusia tersebut akan diubah menjadi pupuk yang akan dialirkan ke tanaman. "Selama ini, kami gunakan itu untuk pupuk sayuran," imbuhnya.
 
Dia mengungkapkan, Ubaya telah melakukan berbagi pelatihan di lima kelurahan di sekitar kampus lewat puspos. Di antaranya, pelatihan kewirausahaan, budi daya kakao, dan budi daya salak. "Intinya, kami ingin mendampingi para petani agar bisa lebih sejahtera," katanya. Ubaya juga memiliki kebun salak seluas 6 hektare yang juga ditanami pepaya, pisang, durian, dan kayu sengon. "Kami juga mendampingi warga di sekitar kebun salak itu, Para warga diajari cara-cara menjadi petani salak. Tujuannya, meningkatkan kesejahteraan warga.
Melihat Ubaya Training Center di Pegunungan Trawas, Mojokerto - Menyatu dengan Alam, Belajar Serasa Sedang Berlibur
Last Updated on Tuesday, 05 July 2011 06:38
 

Ads on:
Featured Links:
IKA-SABHATANSA.NET
Sistem Informasi Alumni SMA Negeri 7 Malang
OSIS SMAN 7
Sistem Informasi OSIS,MPK & Ekskul SMA Negeri 7 Malang
Perpustakaan Online
Sistem Informasi Perpustakaan SMA Negeri 7 Malang
Buku Tamu
Sistem Informasi Buku Tamu SMA Negeri 7 Malang

Misi SMAN 7 Malang

  1. Menciptakan Siswa yang berwawasan IMTAQ dan IPTEK
  2. Meningkatkan mutu Sekolah yang mampu bersaing dalam era globalisasi
  3. Meningkatkan mutu sekolah yang mempunyai nilai tambah
  4. Menciptakan sekolah berwawasan lingkungan

Ads on: